Sumsel Memiliki Pabrik Pengelolaan Kopi “Gending Sriwijaya”, Ini Ungkapan Kepala Disbun Sumsel

Politik129 Dilihat

Palembang, OGAN ILIR TV, – Sumatera Selatan kini memiliki pabrik kopi Gending Sriwijaya yang didirikan oleh perusahaan CV Sinar Terang Mulia. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pun memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan selamat atas peresmian pabrik tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disbun provinsi Sumsel Agus Darwa usai peresmian pabrik kopi.

“Aatas nama selaku kepala Disbun beserta seluruh jajaran mengucapkan selamat dan sukses kepada CV Sinar Terang Mulia dan PT SAI Sumsel. Dengan segala upaya dan usaha akhirnya dapat berdiri dan diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pabrik kopi Gending Sriwijaya ini akan mengangkat nama kopi Sumsel, dimana diketahui bahwa Sumsel ini punya luasan lahan kopi dan produksi yang inggi.

“Bahkan bukan hanya itu saja, untuk di tingkat Indonesia maupun di Internasional, tapi belum selama ini kopinya lokal belum seberapa dikenal. Mudah-mudahan akan membawa nama kopi Sumsel baik secara lokal, nasional, bahkan Internasional,” harapnya.

Ia menambahkan, Green Been adalah biji kopi yang di ekspor rencananya, dan Green Been yang dibuat merk untuk pasar-pasar baik lokal maupun nasional.

“Harapan kami dengan ini di launching dan diresmikan ini akan menyerap tenaga kerja, paling tidak sudah menambah tenaga kerja, dan mengurangi pengangguran dan akan berdampak baik terhadap masyarakat sekitar, terutama didalam kegiatan-kegiatan sosial khususnya yang berhubungan dengan lingkungan di sekitar perusahaan ini harapan kita. Dan kami menghimbau juga kepada kopi Gending Sriwijaya ini untuk menjaga dan meningkatkan mutu,” bebernya.

Masih dilanjutkannya, nama kopi Gending Sriwijaya itulah nama kopinya. Jadi nama Gending Sriwijaya itu sudah mencakup nama kopi Sumsel, dan inilah yang akan dipopulerkan.

“Bahan bakunya dari 7 kabupaten penghasil kopi yang ada di provinsi Sumsel. Petani boleh menjual langsung ke perusahaan, tapi saat ini pihak perusahan setahu saya, mereka berkeliling dibeberapa kabupaten melihat potensi, melihat kondisi jenis kopinya dan kualitasnya. Dan harapan kami perusahaan juga akan ada memorandum of understanding (MoU) ke langsung kepada petani, sehingga ini akan menjaga stabilitas harga kopi ditingkat petani,” imbuhnya. (ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *